Industri Anime Mengalami Krisis Animator Yang Bisa Merusak Masa Depan Produksi

krisis animator di jepang
Munculnya gosip wacana Attack on Titan Season 2 yang akan memiliki 12 episode membuat banyak jawaban negatif dari para fans. Banyak yang berharap bahwa season kedua ini setidaknya memiliki 25 episode menyerupai season pertamanya. Tapi sepertinya ada sebagian besar faktor yang tampaknya diabaikan oleh penggemar wacana studio ini. Seperti yang dilansir dari situs goboiano banyak orang yang tidak tau bahwa Wit Studio yang mengerjakan anime Attack on Titan Season 2 ini ialah sebuah studio animasi kecil dengan beban kerja yang besar.

Menyoroti fakta ini Thomas Romain, seorang animator yang bekerja di industri anime berbicara di twitter wacana dua persoalan terbesar industri ini. Yang pertama kurangnya animator dan yang kedua ialah terlalu banyaknya proyek yang dikerjakan.






Romain menjelaskan beberapa kesalahpahaman yang sering terjadi dikalangan penggemar wacana industri ini. Seperti wacana bagaimana uang dibelanjakan ketika kita membeli barang dagangan, kemeja, game berlisensi, dan barang terkait lainnya.


Bagaimana mampu Wit Studio hanya memproduksi 12 episode setelah para fans menunggu selama empat tahun?



Mengapa industri anime kekurangan animator baru?






Berdasarkan informasi ini, kita mungkin akan melihat penyusutan pada jumlah studio dan proyek-proyek yang dikerjakan di masa depan jikalau industri ini terus menolak kondisi kerja animator baru. Animator dapat bekerja antara 50 hingga 84 jam dalam seminggu dan hanya membawa pulang gaji sebesar 92.500 yen ($ 870) dan 235.000 yen ($ 2.189) per bulan, tergantung pengalaman yang mereka miliki.

Pada dasarnya, mereka semua hidup diantar garis kemiskinan Jepang atau paling tidak berada sedikit di atasnya. Tidak heran jikalau industri ini menghadapi krisis dalam animator, selain itu sekolah animasi disana terus berkurang dari tahun ke tahun.

Hal ini mungkin tampak bertentangan, menyerupai Asosiasi Animator Jepang yang mengumumkan bahwa industri ini telah membuat rekor menerima pemasukan sebesar 1,82 miliar yen ($ 15,9 miliar) pada tahun 2016. Masalahnya ialah bahwa tidak ada uang yang akan kembali ke pekerja, tetapi hanya untuk perusahaan yang termasuk ke dalam bab dari komite produksi, yang sering kali mengecualikan studio animasi sebagai anggota.

Romain menunjukkan beberapa saran untuk para penggemar anime dan sedikit solusi untuk membantu industri ini.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Industri Anime Mengalami Krisis Animator Yang Bisa Merusak Masa Depan Produksi"

Posting Komentar